untuk paman

lelaki paruh baya yang duduk meringkuh disudut ruangan kecil itu melontarkan senyum nya saat pertama kali aku menginjakkan kakiku kembali di rumah tercinta ini setelah hampir satu tahun aku meninggalkannya. rumah ini masih tetap sama, terasa nyaman damai dan selalu ku rindukan. kehangatan yang tercipta karena kebersamaan dan kasih sayang membuat tempat ini tetap paling nyaman sekalipun disandingkan dengan hotel berbintang.perhatianku masih terfokus pada sosok lelaki yang diam-diam memang sangat kurindukan, tampak dari raut wajahnya yang mulai terlihat tua, bahwa dia senang melihatku kembali. "res,kapan datang ?" begitu sapanya.
sejak aku dilahirkan, aku memang sudah mengenalnya seperti itu.seorang lelaki yang selalu diam jika tidak diajak berbicara, selalu bersedia jika dimintai bantuan oleh siapapun. dia pamanku, salah satu diantara beberapa saudara ibuku, berbeda dengan saudara-saudara ibuku yang lainnya pamanku yang satu ini kurang beruntung kawan. beliau sakit, tidak bisa beraktifitas layaknya manusia biasa, tapi bagiku dia luar biasa. mungkin orang-orang yang baru mengenalnya tidak akan pernah tau bahwa dia adalah orang hebat pada masanya dahulu, sebelum semua kemalangan itu menimpanya dia adalah seorang yang cukup berpengaruh dikalangannya. menurut cerita ibuku, paman adalah seorang laki-laki yang pintar, tenar, dan cukup disegani. namun selama kurang lebih 20 tahun terakhir ini hidupnya memilukan. entah berawal dari kejadian apa, akupun tidak tahu persis. selama yang kukenal beliau sudah begitu, dianggap mengalami gangguan jiwa. tapi beliau tidak seperti orang yang mengalami gangguan jiwa pada umumnya, paman normal, mau bekerja, tidak mengganggu orang lain hanya saja mungkin pemikirannya yang mengalami gangguan, entahlahh.
sejak aku kecil, paman selalu menjadi pahlawanku, bersedia menuruti semua keinginanku selalu menjadi pelindungku ketika aku takut berada sendirian dirumah saat ayah dan ibu berada diluar.
beliau teman yang setia,tidak pernah marah bahkan mengeluh meski aku menyuruhnya berkali-kali.
sampai aku sudah beranjak dewasa seperti sekarang ini, aku sangat menyayanginya meskipun hal itu tidak pernah bisa aku tunjukan dengan tingkah laku, belakangan ini aku sering memikirkannya mungkin karena aku sering merindukan keluargaku yang jauh salah satunya adalah beliau.
paman selalu tampak datar, mungkin karena hidupnya memang datar. tidak ada perubahan sejak dulu, paman masih menjadi paman yang dulu, berguna bagi keluarga tapi untuk perkembangan hidupnya itu sia-sia. beliau belum berkeluarga, penghasilan pun tak punya. bagaimana hidup dengan keadaan seperti itu ??? tanpa cinta dari seorang kekasih ? tanpa harapan akan hidup bahagia kedepan bersama anak dan istri ? apakah hidupnya hanya untuk sekedar bertahan hidup ? terkadang aku berfikir, apakah hal ini adil bagi mereka-mereka yang mengalami hal itu ? meskipun kita tidak tau hal apa yang melatarbelakangi semuanya. entah karma dari kehidupan masa lalu, atau memang rahasia Tuhan yang sampai kapanpun kita tidak pernah tau alasannya.
yang jelas bagiku paman tetap yang terbaik. meskipun setiap harinya harus menelan puluhan tablet obat yang tak tau apa fungsinya. ia tetap masih bisa menikmati manisnya hidup, meskipun tidak dengan seorang istri atau anak-anaknya. tapi setidaknya aku tahu paman sangat bahagia memiliki kami, keluarga yang selalu menyayanginya. anak cucunya yang selalu mencintainya selalu menghargai keberadaannya. dan sampai kapanpun paman tetap paman terbaik dimataku.
paman sudah lebih dari apapun, tanpa paman harus menjadi seperti paman-paman yang lainnya, paman sudah luar biasa,mampu bertahan dengan hidup yang kami anggap menyakitkan.
buat kalian yang punya keluarga seperti kisah pamanku, terus berikan mereka kasih sayang, bukan malah di asingkan atau dianggap tidak ada. mereka tidak pernah menginginkan keberadaannya di dunia ini untuk menjadi beban orang lain, mereka hanya menjalankan peran yang suda ditentukan oleh sang pencipta. kita tidak pernah tau rencana apa yang Tuhan persiapkan untuk kita kedepannya,oleh karena itu tetaplah berbagi cinta dan kasih sayang kepada sesama makhluk Tuhan karena mungkin suatu saat kita yang membutuhkan kasih sayang dari mereka bahkan hanya untuk sekedar bertahn hidup.

Komentar

  1. kasih sayang yang tulus dan perhatian yang lebih yang paling dibutuhkan paman saat ini.
    nice :)

    BalasHapus
  2. Saya juga punya paman yang saya anggap sebagai pahlawan, karena beliau memang hebat. Sudah seperti ayah sendiri

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pernahkah Kau Merasa dipeluk Oleh Sebuah Lagu ?

Jurnal Harum #2 Bertemu di April ; banyak hal yang layak ditinggalkan

Jurnal Harum #1 layaknya menyapa sahabat pena